0821 1348 7445 (wa)

info@pcmb.institutalkhairiyah.ac.id

Today :

Cilegon Masuki Era Baru Sinergi Industri: Forum CSR Resmi Dikukuhkan, Siap “Satu Komando” bersama STIT Al-Khariyah Citangkil Cilegon Bangun Kota Cilegon

Mujairimi

Feb. 14, 2026

CILEGON – Wajah pembangunan Kota Cilegon kini resmi memasuki babak baru. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Cilegon, Pemerintah Kota (Pemkot) secara strategis mengukuhkan pengurus Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kota Cilegon Periode 2026-2028 pada Kamis (14/2/2026).

Momentum ini menandai berakhirnya era pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri, berganti menjadi orkestrasi besar antara kekuatan industri dan kebijakan pemerintah. Saeful Rochman, tokoh yang dikenal memiliki jam terbang tinggi di dunia industri, dipercaya menakhodai “Rumah Besar” CSR ini untuk dua tahun ke depan.

Menjinakkan Potensi “Liar” Menjadi Dampak Nyata

Dalam sambutannya, Saeful Rochman menegaskan bahwa Cilegon tidak boleh lagi menyia-nyiakan potensi ekonomi industrinya yang raksasa. Selama ini, kontribusi sosial perusahaan seringkali bergerak secara sporadis tanpa peta jalan yang jelas.

“Potensi CSR di Cilegon itu luar biasa, tapi selama ini masih ‘liar’. Sekarang, kita bangun rumah besarnya. Kita sinkronkan program perusahaan dengan kebijakan strategis Pak Wali Kota agar dampak sosialnya tidak hanya terasa, tapi terukur,” tegas Saeful dengan nada optimis.

Berdasarkan landasan hukum Peraturan Menteri Sosial (Permensos), Forum CSR kini memegang mandat legal untuk menjadi pusat konsolidasi. Targetnya jelas: menyatukan langkah dunia usaha di sektor pendidikan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga kesejahteraan sosial.

Strategi “Gaspol” dan Insentif Perizinan

Meski realistis dengan anggaran perusahaan yang sudah terkunci di awal tahun, Saeful telah menyiapkan strategi taktis. Tahap awal akan difokuskan pada penguatan internal dan komunikasi persuasif berbasis data.

Satu terobosan yang paling mencuri perhatian adalah rencana pemberian insentif perizinan bagi perusahaan yang proaktif dalam menyalurkan CSR. “Industri yang aktif membantu rakyat harus diberi apresiasi. Pak Wali sangat terbuka untuk memberikan kemudahan perizinan sebagai insentif. Ini adalah simbiosis mutualisme yang akan menjadikan Cilegon sebagai role model nasional,” ungkapnya.

Kolaborasi Intelektual: Industri dan Akademisi

Kekuatan Forum CSR periode ini juga diperkuat oleh kehadiran unsur akademisi H. Ahmad Munji, M.Pd. Ketua STIT Al-Khairiyah Ciatngkil Cilegon yang kini duduk sebagai pengurus Forum CSR, menyebut pengukuhan ini sebagai langkah maju yang sangat berani.

“Ini adalah amanah besar. Dengan kombinasi pengalaman industri Pak Saeful dan basis riset dari perguruan tinggi, CSR di Cilegon tidak akan lagi sekadar formalitas atau seremoni, melainkan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat,” ujar H. Ahmad Munji, M.Pd.

Menuju Kota Baja yang Berkeadilan

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan deklarasi bahwa pertumbuhan ekonomi di “Kota Baja” harus berjalan beriringan dengan keadilan sosial dan kelestarian lingkungan.

Forum CSR Kota Cilegon kini resmi menjadi jembatan emas yang menghubungkan kepentingan pemerintah, denyut nadi industri, dan aspirasi masyarakat. Cilegon hari ini membuktikan bahwa menjadi kota industri bukan berarti kehilangan jiwa sosialnya, melainkan mengelolanya dengan lebih profesional dan bermartabat.

Artikel Terkait

Leave a Comment